53. An-Najm (An-Najm)

Beranda / Al-Quran / Surah An-Najm

An-Najm

An-Najm (Bintang)

Makkiyah 62 Ayat

Deskripsi Surah

Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ikhlash. Nama An Najm (bintang), diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Allah bersumpah dengan An Najm (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia, sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

1

وَالنَّجْمِ اِذَا هَوٰىۙ

Demi bintang ketika terbenam,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Surah at-Tùr diakhiri dengan perintah untuk bertasbih dan memuji Allah setiap saat, terutama pagi. Pada Surah an-Najm ini Allah memulai dengan bersumpah demi bintang. Demi bintang yang bertebaran di angkasa ketika hendak terbenam akibat terbitnya matahari di ufuk timur dengan sinarnya yang kuat.

2

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوٰىۚ

kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Sesungguhnya kawanmu yang sangat kamu kenal kejujurannya, yaitu Nabi Muhammad, tidak sesat dalam perilakunya saat menyampaikan dakwah dan tidak pula keliru dalam ucapan-ucapan yang disampaikannya.

3

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى

dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Apa saja yang dilakukan oleh Nabi Muhammad merupakan perintah Tuhannya, dan tidaklah pula yang diucapkannya itu, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an, merupakan perkataan kosong dan menurut keinginannya saja.

4

اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ

Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),

Tafsir Singkat (Kemenag)

Al-Qur’an yang disampaikannya tidak lain adalah wahyu Allah yang diwahyukan kepadanya.

5

عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰىۙ

yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Wahyu yang diterimanya diajarkan kepadanya oleh Jibril, malaikat yang sangat kuat,

6

ذُوْ مِرَّةٍۗ فَاسْتَوٰىۙ

yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)

Tafsir Singkat (Kemenag)

yang mempunyai keteguhan sangat hebat; maka ia menampakkan diri kepada Nabi Muhammad dengan rupa yang asli, yakni bagus dan perkasa.i.

7

وَهُوَ بِالْاُفُقِ الْاَعْلٰىۗ

Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Sedang dia, yaitu Jibril, pada saat itu berada di ufuk langit yang tinggi.

8

ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰىۙ

Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Kemudian dia mendekat ke arah Nabi Muhammad, lalu turun sehingga bertambah dekat lagi.

9

فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ اَوْ اَدْنٰىۚ

sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).

Tafsir Singkat (Kemenag)

Jibril semakin mendekat sehingga jaraknya dari Nabi Muhammad sekitar dua busur panah atau bahkan lebih dekat lagi.

10

فَاَوْحٰىٓ اِلٰى عَبْدِهٖ مَآ اَوْحٰىۗ

Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Lalu disampaikan oleh-nya wahyu secara cepat dan rahasia kepada hamba-Nya, yaitu Nabi Muhammad, apa yang telah diwahyukan oleh Allah.

11

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَاٰى

Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Hatinya, yaitu hati Nabi Muhammad, meyakini dan tidak mendusta-kan atau mengingkari apa yang telah dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri.

12

اَفَتُمٰرُوْنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى

Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai kaum musyrik, apakah kamu dan orang yang meragukannya hendak membantahnya tentang apa, yaitu Jibril, yang telah dilihatnya itu?

13

وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ

Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dan sungguh, dia, yaitu Nabi Muhammad, telah melihatnya, yakni Jibril, dalam rupanya yang asli pada waktu yang lain,

14

عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى

(yaitu) di Sidratul Muntaha,

Tafsir Singkat (Kemenag)

yaitu di Sidratul Muntahà saat mikraj.

15

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ

di dekatnya ada surga tempat tinggal,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Di dekatnya, yakni dekat Sidratul Muntahà, ada surga yang menjadi tempat tinggal.

16

اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ

(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Nabi Muhammad melihat Jibril ketika Sidratul Muntahà diliputi oleh sesuatu yang indah yang meliputinya dan memperlihatkan keagungan Tuhan.

17

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى

penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Karena keindahan yang dilihat oleh Nabi Muhammad itu, penglihatannya tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak pula melampauinya.

18

لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى

Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Sungguh, pada saat itu dia, yakni Nabi Muhammad, telah melihat sebagian tanda-tanda keagungan dan kemuliaan Tuhannya yang paling besar.

19

اَفَرَءَيْتُمُ اللّٰتَ وَالْعُزّٰى

Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lata dan Al-‘Uzza,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Bila ayat-ayat yang lalu menjelaskan keteguhan sikap Nabi Muhammad dan kelurusan jalan yang ditempuhnya, maka pada ayat-ayat ini Allah menerangkan kecaman terhadap orang kafir yang tetap me-nyembah berhala. Wahai orang musyrik, maka apakah patut kamu menganggap Al-Làta dan Al-‘Uzzà,

20

وَمَنٰوةَ الثَّالِثَةَ الْاُخْرٰى

dan Manat, yang ketiga (yang) kemudian (sebagai anak perempuan Allah).

Tafsir Singkat (Kemenag)

dan Manàt, yang merupakan berhala ketiga yang kemudian kamu anggap sebagai anak perempuan Allah?

21

اَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْاُنْثٰى

Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Apakah pantas bila kamu memilih untuk kamu sendiri anak yang laki-laki dan untuk-Nya kamu memilihkan anak yang perempuan, sedangkan kamu sendiri benci dan marah bila mendapatkan anak perempuan?

22

تِلْكَ اِذًا قِسْمَةٌ ضِيْزٰى

Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Keinginan yang demikian itu tentulah merupakan suatu pembagian yang tidak adil untuk dihubungkan dengan Allah.

23

اِنْ هِيَ اِلَّآ اَسْمَاۤءٌ سَمَّيْتُمُوْهَآ اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمْ مَّآ اَنْزَلَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ سُلْطٰنٍۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْاَنْفُسُۚ وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنْ رَّبِّهِمُ الْهُدٰىۗ

Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Wahai kaum musyrik, sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah itu tidak lain hanyalah nama-nama belaka, yang tidak memiliki sifat ketuhanan dan karenanya tidak layak disembah. Kamulah pada masa ini dan nenek moyangmu pada masa lalu yang mengada-adakan nama mereka, sedang Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun terkait ketuhanannya sehingga kamu tidak punya alasan untuk menyembah-nya. Sesungguhnya mereka, yaitu kaum musyrik, hanya mengikuti dugaan yang tidak berdasar dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk yang benar dari Tuhan mereka. Andai saja mereka mau memahami dan menerimanya.

24

اَمْ لِلْاِنْسَانِ مَا تَمَنّٰىۖ

Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Kaum musyrik mestinya menerima petunjuk Allah dan mendapatkan keselamatan atau apakah manusia yang musyrik itu akan mendapat segala yang dicita-citakannya,

25

فَلِلّٰهِ الْاٰخِرَةُ وَالْاُوْلٰى ࣖ

(Tidak!) Maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.

Tafsir Singkat (Kemenag)

yaitu yang terkait dengan harta, kedudukan, dan kesenangan hidup? Tidak! Mereka hanya makhluk yang telah ditetapkan oleh Allah, maka sesungguhnya milik Allahlah kehidupan akhirat yang abadi dan kehidupan dunia yang fana.

26

وَكَمْ مِّنْ مَّلَكٍ فِى السَّمٰوٰتِ لَا تُغْنِيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اَنْ يَّأْذَنَ اللّٰهُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْضٰى

Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Berapa banyak manusia dengan kemampuan luar biasa nyatanya tidak dapat menggapai keinginannya, dan berapa banyak pula malaikat yang suci dan berkedudukan mulia di langit, tetapi syafa\'at dan pertolongan mereka sedikit pun tidak berguna bagi makhluk lain, kecuali apabila Allah Yang Mahakuasa telah mengizinkan mereka untuk memberi syafa\'at bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai karena amal saleh dan keta\'atannya.

27

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ لَيُسَمُّوْنَ الْمَلٰۤىِٕكَةَ تَسْمِيَةَ الْاُنْثٰى

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, yaitu orang musyrik penyembah berhala, mereka benar-benar menamakan para malaikat dan menyifati mereka dengan nama dan sifat pe-rempuan. Selanjutnya, mereka mengatakan bahwa para malaikat itu adalah putri-putri Allah.

28

وَمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَقِّ شَيْـًٔاۚ

Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Orang-orang musyrik itu hanya menuruti keinginannya saat me-nyatakan bahwa para malaikat itu adalah putri-putri Allah, dan mereka tidak mempunyai ilmu yang mendasari keyakinannya tentang hal itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan yang hanya berdasar hawa nafsu, dan sesungguhnya dugaan yang tidak didukung kenyataan atau ilmu itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran. Karena itu, dugaan demikian tidak dapat dijadikan sebagai dasar dalam keyakinan agama.

29

فَاَعْرِضْ عَنْ مَّنْ تَوَلّٰىۙ عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ اِلَّا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۗ

Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Wahai Nabi Muhammad, jika orang-orang musyrik enggan meng-ikuti ajakanmu dan bersikeras menyembah berhala, maka tinggalkanlah orang yang berpaling dari peringatan Kami itu, dan ketahuilah bahwa dia hanya mengingini kehidupan dunia yang bersifat sementara seraya menolak kepastian hari akhirat.

30

ذٰلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِّنَ الْعِلْمِۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖۙ وَهُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدٰى

Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Itulah, yaitu berpalingnya mereka dari kebenaran dan kecenderungan pada kenikmatan hidup duniawi, kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu yang selalu membimbing dan menunjukimu, Dia lebih mengetahui siapa yang lebih memilih kekafiran dengan mengikuti potensi fujùr, sehingga tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang mengetahui siapa di antara manu-sia yang memilih ketaatan dengan selalu mengikuti potensi takwanya sehingga ia selalu mendapat petunjuk ke jalan yang benar dan diridai-Nya.

31

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ

Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

Tafsir Singkat (Kemenag)

Menolak anggapan bahwa orang yang sesat dan ingkar itu seolah-olah di luar pengetahuan Allah, ditegaskan bahwa semua sifat kesempurnaan itu ada pada Zat-Nya. Dan hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia yang menciptakan semua makhluk dan yang mengaturnya sesuai kehendak-Nya. Bisa saja Dia membuat semua ma-nusia beriman, tetapi Dia tidak menginginkannya karena Dia telah membekali mereka dengan akal, petunjuk, dan kebebasan memilih. Dengan demikian, Dia akan memberi balasan dan hukuman kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan dan anugerah kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik, yaitu surga dengan segala kenikmatan dan keindahannya.

32

اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى ࣖ

Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Orang-orang yang akan mendapat anugerah dan kebaikan adalah mereka yang sungguh-sungguh menjauhi dosa-dosa besar yang disebut secara khusus ancamannya, dan perbuatan keji yang dicela oleh akal dan tabiat manusia. Semua itu ada hukumannya, kecuali kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan sesekali dan tanpa sengaja. Sungguh, pengampunan atas dosa kecil itu karena Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia pun akan mengampuni dosa besar bila pelakunya bertobat dengan tulus. Janganlah kamu bangga karena telah berbuat baik. Sesungguhnya Dia mengetahui tentang keadaan kamu, bahkan sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu yang berproses sesuai tahapannya. Maka dengan pengampunan dan pahala itu, janganlah kamu menganggap dirimu suci dengan memuji diri dan membanggakan amal-amalmu. Sungguh, Dia yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa dan benar-benar suci.

33

اَفَرَءَيْتَ الَّذِيْ تَوَلّٰىۙ

Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur'an)?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa al-Walìd bin al-Mugìrah yang telah memeluk Islam kembali murtad akibat celaan teman-teman-nya ajakan mereka untuk kembali pada kemusyrikan. Wahai Nabi Muhammad, maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling dan menolak ajaran yang engkau sampaikan padahal sebelum itu dia telah menerimanya?

34

وَاَعْطٰى قَلِيْلًا وَّاَكْدٰى

dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Orang yang berpaling itu juga bersifat tercela, dan dia memberikan sedikit dari apa yang dijanjikan, lalu menahan sisanya dan tidak mau memberi lagi.

35

اَعِنْدَهٗ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرٰى

Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat(nya)?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Apakah dia merasa bahwa hanya dia yang mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat dan mengetahui kemaslahatan dan apa yang mendorongnya untuk berpaling dari kebenaran dan kikir dalam bersedekah?

36

اَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِيْ صُحُفِ مُوْسٰى

Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Ingkar dan kikir merupakan sifat tercela dan dia telah mendapat tuntunan untuk menghindarinya. Apakah dia memang ingkar ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Musa?

37

وَاِبْرٰهِيْمَ الَّذِيْ وَفّٰىٓ ۙ

Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dan apakah dia juga mengingkari tuntunan wahyu yang terdapat pada lembaran-lembaran yang diwahyukan kepada Nabi Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji kepada Allah?

38

اَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۙ

(yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Di antara ajaran dalam lembaran-lembaran kitab suci itu adalah bahwa seseorang yang berdosa karena perbuatan dan keingkarannya tidak akan memikul dosa orang lain dan tidak mendapat manfaat dari perbuat-an baik orang lain.

39

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ

dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dan diajarkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan usahanya yang baik atau buruk tidak akan dihilangkan.

40

وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ

dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),

Tafsir Singkat (Kemenag)

Semua itu kelak akan diperlihatkan kepadanya sehingga ia dapat berbangga dengan kebaikannya dan malu dengan amal buruknya.

41

ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ

kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.

42

وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ

dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu),

Tafsir Singkat (Kemenag)

Amal yang baik akan mendapat balasan yang berlipat ganda, dan amal yang buruk akan dibalas sesuai kadar keburukannya. Dan selain itu, disebutkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu permulaan dan kesudahan segala sesuatu.

43

وَاَنَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَبْكٰى

dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dan selain itu, diterangkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya Dialah Yang Mahakuasa yang telah menjadikan orang tertawa dan menangis serta menciptakan faktor-faktor yang menyebabkannya,

44

وَاَنَّهٗ هُوَ اَمَاتَ وَاَحْيَاۙ

dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,

Tafsir Singkat (Kemenag)

dan sesungguhnya Dia pula yang mematikan dan menghidupkan ciptaan-Nya.

45

وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰى

dan sesungguhnya Dialah yang men-ciptakan pasangan laki-laki dan perempuan,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dan disebutkan pula dalam suhuf Nabi Ibrahim dan Musa bahwa sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan, jantan dan betina,

46

مِنْ نُّطْفَةٍ اِذَا تُمْنٰىۙ

dari mani, apabila dipancarkan,

Tafsir Singkat (Kemenag)

dari mani apabila dipancarkan, yang selanjutnya pencipaan itu melalui proses yang telah ditetapkan.

47

وَاَنَّ عَلَيْهِ النَّشْاَةَ الْاُخْرٰىۙ

dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dan dalam kedua suhuf itu juga diterangkan bahwa sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain,

48

وَاَنَّهٗ هُوَ اَغْنٰى وَاَقْنٰىۙ

dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.

Tafsir Singkat (Kemenag)

dan disebutkan pula bahwa sesungguhnya Dialah yang memberikan kepada semua makhluk kekayaan serta kepuasan hati dari kegiatan yang diusahakan dan memberikan kecukupan atas apa yang disimpan.

49

وَاَنَّهٗ هُوَ رَبُّ الشِّعْرٰىۙ

dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi‘ra,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dan selain itu, dalam kedua suhuf itu juga disebutkan bahwa sesungguhnya Dialah Tuhan yang menciptakan, memiliki, dan mengendalikan bintang Syi‘ra, bintang sembahan orang Arab pada masa Jahiliah.

50

وَاَنَّهٗٓ اَهْلَكَ عَادًا ۨالْاُوْلٰىۙ

dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum ‘Ad dahulu kala,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Setelah menjelaskan ajaran dan tuntunan Allah dalam suhuf Nabi Ibrahim dan Musa, pada ayat ini Allah menyebut azab yang telah ditimpakan-Nya kepada umat-umat masa lalu. Dan diterangkan bahwa sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan umat Nabi Hud, yakni kaum ‘Ad pada zaman dahulu kala,

51

وَثَمُوْدَا۟ فَمَآ اَبْقٰىۙ

dan kaum Samud, tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup),

Tafsir Singkat (Kemenag)

dan Allah pula yang telah membinasakan kaum Samud, umat Nabi Saleh. Karena kafir, mereka semua dibinasakan dan tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya dalam keadaan hidup.

52

وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا هُمْ اَظْلَمَ وَاَطْغٰىۗ

dan (juga) kaum Nuh sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka.

Tafsir Singkat (Kemenag)

dan karena keingkarannya pula kaum Nabi Nuh dibinasakan sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka dibanding kedua umat sebelumnya, ‘Ad dan Samud.

53

وَالْمُؤْتَفِكَةَ اَهْوٰىۙ

Dan prahara angin telah meruntuhkan (negeri kaum Lut),

Tafsir Singkat (Kemenag)

Itulah kisah umat yang durhaka kepada nabinya, dan selain mereka hukuman Allah yang berupa prahara angin telah meruntuhkan negeri kaum Nabi Lut yang ingkar dan menolak ajarannya,

54

فَغَشّٰىهَا مَا غَشّٰىۚ

lalu menimbuni negeri itu (sebagai azab) dengan (puing-puing) yang menimpanya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

lalu dengan angin tersebut Allah menimbuni negeri itu dengan puing-puing dan bebatuan yang menimpanya.

55

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكَ تَتَمَارٰى

Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Kehancuran umat-umat pengingkar pada masa lalu merupakan peringatan dari Allah untuk generasi sekarang dan mendatang. Merupakan salah satu bentuk nikmat-Nya bagaimana umat pada masa kini dapat mengambil pelajaran dan lebih berhati-hati dalam kehidupannya. Wahai manusia, jika umat-umat itu mendapat hukuman karena keingkaran mereka, maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan sehingga kamu mengingkarinya?

56

هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى

Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Wahai manusia, Nabi Muhammad ini adalah salah seorang pemberi peringatan yang diamanati untuk mengingatkan kamu dan ia termasuk di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.

57

اَزِفَتِ الْاٰزِفةُ ۚ

Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Di antara peringatan Nabi Muhammad adalah kepastian akan datangnya hari kiamat yang semakin hari semakin dekat. Sesuatu yang dekat, yaitu hari kiamat, kedatangannya telah makin mendekat

58

لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌ ۗ

Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.

Tafsir Singkat (Kemenag)

dan tidak ada seorang pun yang akan dapat mengungkapkan kapan hari itu tiba, selain Allah yang telah menetapkannya sejak zaman azali.

59

اَفَمِنْ هٰذَا الْحَدِيْثِ تَعْجَبُوْنَۙ

Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Wahai kaum kafir, bila kiamat memang akan datang, maka apakah kamu masih merasa heran terhadap pemberitaan ini, lalu menolak kebenarannya?

60

وَتَضْحَكُوْنَ وَلَا تَبْكُوْنَۙ

dan kamu tertawakan dan tidak menangis,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dan tidak hanya menolaknya, kamu bahkan terus menertawakan berita ini dan tidak menangis sebagaimana orang yang sepenuhnya percaya dan takut karena merasa belum cukup bekal untuk menghadapi hari itu.

61

وَاَنْتُمْ سَامِدُوْنَ

sedang kamu lengah (darinya).

Tafsir Singkat (Kemenag)

Wahai kaum kafir, saat sedang menertawakan berita tentang kiamat itu kamu berada dalam keadaan lengah dan lalai dari kedatangannya dan siksa di dalamnya.

62

فَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ وَاعْبُدُوْا ࣖ ۩

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, demi keselamatanmu bersujudlah kepada Allah, patuhi ajaran-Nya, dan sembahlah Dia secara tulus, baik dengan ibadah yang diwajibkan maupun yang dianjurkan.