55. Ar-Rahman (Ar-Rahman)

Beranda / Al-Quran / Surah Ar-Rahman

Ar-Rahman

Ar-Rahman (Maha Pengasih)

Madaniyah 78 Ayat

Deskripsi Surah

Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat- surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra'du. Dinamai Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan Ar Rahmaan yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah s.w.t. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

1

اَلرَّحْمٰنُۙ

(Allah) Yang Maha Pengasih,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Uraian pada akhir Surah al-Qamar tentang keagungan kuasa Allah dan kesempurnaan kodrat-Nya disusul dengan penjelasan mengenai limpahan rahmat Allah kepada makhluk-Nya, yang disebutkan dalam Surah ar-Rahmàn. Surah ini diawali dengan nama-Nya yang indah. Dialah Allah Yang Maha Pengasih kepada makhluk, baik jin, manusia, hewan, tumbuhan, dan lainnya dalam kehidupan mereka di dunia.

2

عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ

Yang telah mengajarkan Al-Qur'an.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Allah menyebut rahmat-Nya yang paling agung. Dialah Tuhan Yang telah mengajarkan Al-Qur’an kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

3

خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ

Dia menciptakan manusia,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dia juga yang menciptakan manusia,

4

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

mengajarnya pandai berbicara.

Tafsir Singkat (Kemenag)

makhluk yang paling memerlukan tuntunan-Nya, dan kemudian mengajarnya pandai berbicara untuk mengungkapkan ide dalam benaknya.

5

اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ

Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Di antara tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa matahari dan bulan beredar pada porosnya menurut perhitungan yang sangat teliti dan tepat tanpa cacat;

6

وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).

Tafsir Singkat (Kemenag)

dan tetumbuhan tak berbatang dan pepohonan berbatang pun keduanya tunduk kepada ketentuan-Nya.

7

وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ

Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dan Dia telah menciptakan langit. Langit itu telah ditinggikan-Nya setelah sebelumnya menyatu dengan bumi dalam bentuk gumpalan, dan Dia ciptakan keseimbangan dengan mantap

8

اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ

agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,

Tafsir Singkat (Kemenag)

agar kamu jangan merusak keseimbangan itu dengan berbuat melampaui batas,

9

وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ

dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.

Tafsir Singkat (Kemenag)

dan karenanya tegakkanlah keseimbangan itu dalam segala bentuknya, termasuk kepada dirimu atau keluargamu, dengan adil sehingga menguntungkan semua pihak, dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu dengan cara dan bentuk apa pun.

10

وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ

Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),

Tafsir Singkat (Kemenag)

Usai menjelaskan neraca keseimbangan di alam semesta, Allah kemudian berbicara tentang bumi. Dan di samping langit yang diatur dengan baik, bumi pun telah dibentangkan dan dihamparkan-Nya untuk kenyamanan semua makhluk yang menghuninya.

11

فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ

di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Bumi tidak hanya dihamparkan. Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,

12

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ

dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

tempat buah sebelum kemunculannya, dan ada pula biji-bijian yang berkulit pelindung dan bunga-bunga yang harum baunya.

13

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Setelah memaparkan nikmat dan anugerah-Nya, Allah lalu menantang jin dan manusia, “Wahai manusia dan jin, nikmat-nikmat Allah begitu banyak, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, Apakah nikmat yang sudah disebutkan ataukah yang lainnya?

14

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Setelah menjelaskan penciptaan langit dan bumi seisinya, Allah menjelaskan penciptaan manusia dan jin. Dia menciptakan jenis manusia dari tanah kering seperti tembikar,

15

وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ

dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.

Tafsir Singkat (Kemenag)

dan Dia menciptakan jenis jin dari nyala api yang murni tanpa asap.

16

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

17

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ

Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Allah Yang Maha Pencipta itu adalah Tuhan yang memelihara dan mengendalikan dua timur, yaitu dua tempat terbit matahari pada musim panas dan musim dingin, dan Dia pula Tuhan yang memelihara dan mengendalikan dua barat, yaitu tempat terbenamnya matahari pada kedua musim tersebut.

18

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

19

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ

Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dia membiarkan bebas dua laut mengalir berdampingan yang kemudian keduanya bertemu pada permukaannya.

20

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ

di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Di antara keduanya ada batas yang diciptakan Allah sehingga batas itu tidak dilampaui oleh masing-masing.

21

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Keduanya tidak bercampur atau melampaui batas tersebut. Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

22

يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Demikianlah Allah membiarkan kedua laut itu mengalir berdampingan. Dari keduanya keluar atau ditemukan mutiara dan marjan yang indah.

23

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

24

وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ

Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Hanya milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan yang tampak bagaikan gunung-gunung yang menjulang tinggi.

25

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ࣖ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

26

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ

Semua yang ada di bumi itu akan binasa,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Usai menjelaskan anugerah-Nya bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi, Allah mengingatkan bahwa semua itu tidak akan membuat mereka kekal. Semua yang ada di bumi itu akan binasa,

27

وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ

tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.

Tafsir Singkat (Kemenag)

mati dan meninggalkan dunia ini, tetapi wajah atau Zat Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan itu tetap kekal.

28

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

29

يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ

Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Dalam kehidupan ini, apa saja yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya untuk memenuhi hajat hidup mereka. Karenanya, setiap waktu Dia terus berada dalam kesibukan mengatur dan memenuhi kebutuhan makhluk-Nya.

30

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?

31

سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ

Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!

Tafsir Singkat (Kemenag)

Kami bersama para malaikat akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu, wahai golongan manusia dan jin. Kami akan melakukan perhitungan secara cermat atas semua perbuatanmu.

32

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

33

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ

Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).

Tafsir Singkat (Kemenag)

Allah menegaskan bahwa manusia dan jin tidak akan dapat menghindar dari pertanggung jawaban. Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus atau melintasi penjuru langit dan bumi untuk menghindari pertanggung jawaban dan balasan yang akan menimpamu, maka keluar dan tembuslah keduanya. Ketauhilah, kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan, sedangkan kamu sama sekali tidak mempunyai kekuatan itu.

34

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

35

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ

Kepada kamu (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya).

Tafsir Singkat (Kemenag)

Wahai jin dan manusia, bila kamu berupaya menembus langit dan bumi, maka kepada kamu akan dikirim nyala api dan cairan tembaga panas yang meleleh sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri dari-nya.

36

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

37

فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِۚ

Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Usai menjelaskan ketidakmampuan manusia menghindar dari pertanggung jawaban, Allah menguraikan keadaan pada hari kemudian. Maka apabila langit telah terbelah karena takut dengan balasan Allah dan menjadi merah mawar seperti kilauan minyak akibat panas yang menerpanya.

38

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

39

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖٓ اِنْسٌ وَّلَا جَاۤنٌّۚ

Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka pada hari ketika langit terbelah itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya, melainkan ditanya untuk diminta pertanggung jawabannya.

40

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

41

يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِيْ وَالْاَقْدَامِۚ

Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu dengan mudah mereka direnggut ubun-ubun dan kakinya untuk dilempar ke neraka. Ini merupakan peringatan keras Allah kepada para jin dan manusia.

42

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

43

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ

Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Kepada mereka dikatakan, “Inilah neraka Jahanam yang selalu di dustakan oleh orang-orang yang berdosa, termasuk olehmu.”

44

يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍۚ

Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Mereka ber-keliling berulang kali di sana, di antara neraka itu, dan di antara air yang mendidih karena panas api neraka.

45

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ࣖ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

46

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ

Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Selain menyediakan siksa bagi pendurhaka, Allah juga menjanjikan pahala bagi orang yang bertakwa. Dan bagi siapa yang takut akan keagungan dan kekuasaan-Nya pada saat menghadap Tuhannya sehingga ia terdorong untuk beramal saleh, baginya ada dua surga.

47

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

48

ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ

kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Kedua surga yang Allah janjikan kepada orang yang bertakwa itu mempunyai aneka pepohonan yang rindang dan buah-buahan yang beraneka ragam dan menyenangkan

49

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

50

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِۚ

Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Tidak hanya pepohonan dengan buahnya yang beraneka ragam, di dalam kedua surga itu ada pula dua buah mata air yang memancar, mengeluarkan air yang jernih.

51

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

52

فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ

Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Selain itu, di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.

53

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

54

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى فُرُشٍۢ بَطَاۤىِٕنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ

Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Para penghuni surga itu sangat menikmati anugerah Allah. Mereka bersandar dengan santai di atas permadani yang bagian dalamnya terbuat dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu sangat dekat sehingga dapat dipetik dari dekat, tanpa perlu beranjak dari tempat mereka bersandar.

55

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

56

فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Tidak saja buah-buahan, di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menjadi pasangan para pria penghuni surga, dan bagi wanita ada pula pasangannya, yang amat santun sehingga membatasi pandangan dan tidak menoleh kecuali kepada pasangannya. Mereka itu perawan yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.

57

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

58

كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ

Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Para bidadari itu demikian cantik dan sedap dipandang seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.

59

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

60

هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ

Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).

Tafsir Singkat (Kemenag)

Tidak ada balasan untuk amal kebaikan selain anugerah Ilahi yang berupa kebaikan pula.

61

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

62

وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ

Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Bila pada ayat yang lalu Allah menjelaskan keadaan surga, pada ayat ini Dia menerangkan suasana surga yang lain lagi. Dan selain dari dua surga yang telah dijelaskan itu masih ada dua surga lagi.

63

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

64

مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ

kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Kedua surga yang lain itu tampak hijau tua warnanya karena lebat-nya pepohonan.

65

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

66

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ

Di dalam keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang memancar.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Di dalam keduanya ada dua buah mata air yang memancar dan mengeluarkan air yang jernih dan segar.

67

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

68

فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ

Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Di dalam kedua surga itu juga ada buah-buahan, kurma, dan delima yang lezat dan manis.

69

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

70

فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ

Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Di dalam surga-surga itu juga ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan cantik jelita sebagai pasangan para penghuninya.

71

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

72

حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ

Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Bidadari-bidadari yang terdapat dalam kedua surga itu dipelihara dan dijaga di dalam kemah-kemah.

73

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

74

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Para bidadari itu terjaga dengan baik. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya.

75

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

76

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ

Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Mereka, para bidadari, bersandar pada bantal-bantal empuk yang berwarna hijau dan permadani-permadani yang indah.

77

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Singkat (Kemenag)

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

78

تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ ࣖ

Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.

Tafsir Singkat (Kemenag)

Demikianlah nikmat-nikmat Tuhanmu, wahai manusia dan jin. Akhirnya, wahai Nabi Muhammad, Mahasuci nama Tuhanmu, pemilik keagungan dan kemuliaan.