At-Takwir
At-Takwir (Penggulungan)
Makkiyah 29 Ayat
Deskripsi Surah
Surat At Takwir terdiri atas 29 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Masadd. Kata At Takwir (terbelah) yang menjadi nama bagi surat ini adalah dari kata asal (mashdar) dari kata kerja kuwwirat (digulung) yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْۖ
Apabila matahari digulung,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Allah mengawali surah ini dengan menyebutkan dua belas peristiwa besar yang akan terjadi pada hari kiama — disebutkan dari ayat 1 s.d. 13. Apabila matahari yang demikian besar digulung dengan mudah seperti halnya serban, hingga cahayanya memudar dan redup.
وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ
dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila bintang-bintang yang begitu banyak dan menghiasi cakrawala berjatuhan, tidak berada di garis edarnya lagi akibat hilangnya gaya tarikmenarik antar-benda langit.
وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila gunung-gunung yang demikian tegar dan kukuh dihancurkan hingga luluh lantak menjadi pasir, kemudian diempaskan oleh angin dahsyat dengan mudahnya seperti gumpalan kapas raksasa yang beterbangan.
وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila unta-unta yang bunting dan menjadi harta yang dibanggakan ditinggalkan begitu saja dan tidak lagi dipedulikan dan diurus oleh pemiliknya.
وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ
dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Hal ini mengisyaratkan betapa besar kebingungan yang meliputi manusia saat kiamat tiba. Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan untuk diberi balasan bila berbuat aniaya kepada sesamanya. Binatang liar yang saling memusuhi saat itu bisa dikumpulkan menjadi satu dalam suasanya yang sangat menegangkan.
وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ
dan apabila lautan dipanaskan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila lautan dipanaskan dan dijadikan meluap. Air laut memanas akibat munculnya kobaran api mahadahsyat dari dasarnya.
وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ
dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila roh-roh dipertemukan dengan tubuh sehingga manusia hidup kembali dalam suasana yang sama sekali berbeda dari kehidupan dunia. Manusia saat itu bergabung dengan manusia lain yang senasib; penaat bersama penaat, begitupun sebaliknya.
وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ
dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan ditanya,
بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ
karena dosa apa dia dibunuh?
Tafsir Singkat (Kemenag)
karena dosa apa dia dibunuh. Masyarakat jahiliah merasa malu bila mempunyai anak perempuan karena wanita dianggap tidak mempunyai peran apa-apa dalam kehidupan. Untuk menutup rasa malu, mereka rela mengubur anak-anak perempuannya hidup-hidup.
وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْۖ
Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila lembaran-lembaran yang berisi catatan perbuatan manusia, yang besar maupun yang kecil, dibuka lebar-lebar. Pada saat itu manusia tidak bisa mengelak dari apa yang telah dia perbuat di dunia. Dia yang menerima catatan amal dengan tangan kanan akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang menerima dengan tangan kiri akan celaka.
وَاِذَا السَّمَاۤءُ كُشِطَتْۖ
dan apabila langit dilenyapkan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila langit dilenyapkan. Langit yang semula menjadi atap bagi penduduk bumi akan dikelupas layaknya kulit binatang dikelupas dari tubuhnya.
وَاِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْۖ
dan apabila neraka Jahim dinyalakan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila neraka Jahim dinyalakan dengan suhu panas yang tidak terbayangkan. Neraka itu disediakan bagi mereka yang ingkar kepada Allah.
وَاِذَا الْجَنَّةُ اُزْلِفَتْۖ
dan apabila surga didekatkan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila surga dengan segala kenikmatannya didekatkan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh.
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ اَحْضَرَتْۗ
setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya di dunia, apakah perbuatan baik atau buruk.
فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ
Aku bersumpah demi bintang-bintang,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Usai menjelaskan ihwal hari kiamat dan kesudahan manusia, Allah beralih menjelaskan kedudukan Al-Qur’an sebagai kalamullah yang didustakan oleh kafir Quraisy. Aku bersumpah demi bintang-bintang yang cahayanya redup di siang hari dan terang di malam hari.
الْجَوَارِ الْكُنَّسِۙ
yang beredar dan terbenam,
Tafsir Singkat (Kemenag)
yang beredar di garis edarnya dan terbenam,
وَالَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَۙ
demi malam apabila telah larut,
Tafsir Singkat (Kemenag)
demi malam apabila telah larut dan meninggalkan gelapnya, atau datang dengan kegelapan yang dibawanya,
وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ
dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing,
Tafsir Singkat (Kemenag)
dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing, tersibak cahayanya sedikit demi sedikit, layaknya orang bernafas. Ketiga peristiwa tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta yang dapat dilihat. Begitupun, Al-Qur’an merupakan tanda kebesaran-Nya yang dapat dibaca.
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),
Tafsir Singkat (Kemenag)
Demi ketiga hal itu, sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman Allah yang dibawa turun oleh utusan yang mulia, yaitu Jibril yang diamanati untuk mengawal wahyu Allah kepada para nabi.
ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ
yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ‘Arsy,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kami turunkan Al-Qur’an melalui Jibril yang memiliki kekuatan yang tidak tertandingi oleh makhluk lain. Jibril mempunyai 600 sayap. Dengan sayap sebanyak itu Jibril sanggup menembus langit ketujuh dengan kecepatan luar biasa. Itulah Jibril yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki ‘Arsy, singgasana yang agung karena ketaatannya kepada Allah dan tugasnya yang sangat mulia sebagai pembawa wahyu.
مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْنٍۗ
yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Itulah Jibril yang di sana, di alam malaikat, ditaati dan dipercaya atas wahyu yang disampaikannya.
وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍۚ
Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kami turunkan wahyu melalui Jibril kepada Nabi Muhammad, temanmu yang kamu kenal baik sifatnya. Dan temanmu itu bukanlah orang gila seperti tuduhanmu kepadanya. Dia adalah seorang yang santun, tepercaya, dan berakhlak mulia. Perkataan orang gila bersifat racauan, tidak beraturan, dan tidak mempunyai nilai. Berbeda dari AlQur’an, kitab yang susunan kalimat maupun kandungannya mempunyai nilai sangat tinggi.
وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِۚ
Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Ayat ini menegaskan pertemuan antara Jibril dalam wujudnya yang asli dengan Nabi Muhammad sesaat setelah Nabi menerima wahyu pertama di Gua Hira. Kaum musyrik mendustakan hal tersebut. Dan sungguh, dia telah melihatnya, yakni melihat Jibril, di ufuk yang terang, sehingga tidak dapat diragukan bahwa sosok yang datang itu adalah Jibril.
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍۚ
Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan dia bukanlah orang yang kikir untuk menerangkan ihwal perkara yang gaib, seperti Allah, malaikat, dan hari kiamat. Nabi dengan senang hati memberi penjelasan demi kemaslahatan banyak orang. Hal ini berbeda dari para dukun yang hanya mau membeberkan hal yang rahasia jika diberi imbalan.
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍۚ
Dan (Al-Qur'an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan Al-Qur’an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk. Ada perbedaan nyata antara Al-Qur’an dan perkataan setan. Al-Qur’an mengajarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, sedangkan setan mengajak kepada kebatilan, kemaksiatan, dan kemungkaran.
فَاَيْنَ تَذْهَبُوْنَۗ
maka ke manakah kamu akan pergi?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka, ke manakah kamu akan pergi? Jalan mana yang akan kamu pilih untuk menemukan kebenaran? Tidak ada yang lebih terang daripada jalan yang dijelaskan oleh Al-Qur’an.
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ
(Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Al-Qur’an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam. Al-Qur’an menjelaskan segala sesuatu untuk kebaikan manusia, baik urusan dunia maupun akhirat; mereka yang berbuat baik akan mendapat pahala dan surga, dan yang berbuat jahat akan mendapat dosa dan neraka.
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Peringatan Al-Qur’an itu ditujukan bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus, yaitu agama Islam, dan beristikamah dalam mengamalkan ajarannya.
وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Hanya saja, keinginan seseorang untuk berbuat sesuatu tidak akan terlaksana kecuali jika Allah menghendaki. Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.
Masjid Asy Syuhada